RSS

Prepare For MST (Persiapan Menghadapi UTS)

Kisi-Kisi UTS IPA Fisika Kelas VII :

  1. Sifat, Perubahan Fisika dan Kimia.
  2. Unsur, Senyawa, dan Campuran
  3. Asam, Basa dan Garam

Diharapkan untuk semua siswa Kelas VII agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi memperoleh hasil yang maksimal.

Untuk Kelas IX setelah ujian sekolah selesai sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional 2012 selamat berjuang semoga sukses!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2012 in Uncategorized

 

The Influence of Population Density on the Environment

The number of human population keeps on increasing year after year. No one knows exactly how many people live in on earth and when the population growth will stop. The human population rapidly grows after several hundred years. More population needs more things to be provided.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Maret 2012 in Uncategorized

 

Dampak Kepadatan Populasi dan Cara Mengatasi

PENGARUH KEPADATAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN

Pertumbuhan Penduduk dan Dinamika Kependudukan

pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.

Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.

Rumus menghitung pertumbuhan penduduk :
p = (I – m) + (i – e)

Keterangan lengkap :
– p = pertumbuhan penduduk
– l = total kelahiran
– m = total kematian
– e = total emigran atau pendatang dari luar daerah
– i = total imigran atau penduduk yang pergi

 

Cara Untuk mengatasi / Mengurangi Ledakan Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk – Ilmu Kependudukan Biologi

 

Menurut Thomas Robert Malthus pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, …), sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, …). Hal ini tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan di mana kita akan kerurangan stok bahan makanan.

– Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :

1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.

2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

– Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :

1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Maret 2012 in Uncategorized

 

MEMAHAMI FISIKA TANPA RUMUS

MEMAHAMI FISIKA TANPA RUMUS

Zainal Abidin

www.geocities.com/zai_abidin69/mypage.htmlzai_abidin69@yahoo.co.id

“The basic goal of physics is not mathematical elegant or even the achievement of tenure,but learning the truth about the world around us”

Philip W. Anderson,

 Physics Today 43 (2), 9 (1990)

 

Dalam sebuah seminar, Yohanes Surya memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkansoal-soal fisika tanpa rumus dan terbukti bahwa tanpa rumus-rumus, soal-soal fisika dapatdipecahkan.Yohanes Surya mengatakan bahwa: fisika yang mudah itu, yang telah ia kembangkan, adalahfisika yang tanpa rumus. Selama ini memang fisika dianggap keliru oleh banyak orang, fisikadianggap hanya rumus, rumus, dan rumus saja. Oleh karena itu, katanya, sekarang ini ia telahmengembangkan fisika yang tanpa rumus. Dengan fisika tanpa rumus ini, katanya juga, kita bisamenyelesaikan soal-soal sesulit apapun. Sebagai contohnya, Yohanes Surya pun memberi contohsederhana soal fisika yang bisa diselesaikan tanpa rumus. Misalnya salah satu soalnya begini:

 

Dua sepeda bergerak berhadapan. Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik. Bila jarak mereka (mula-mula) adalah 30 meter, kapan kedua sepeda itu bertemu (berpapasan)?

 

Dikatakan oleh Yohanes Surya bahwa, biasanya soal seperti ini diselesaikan dengan rumus-rumus yang rumit. Di sini, ia akan tunjukkan bahwa soal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan“logika” sederhana saja. Jawaban soal itu begini:

 

Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, artinya dalam satu detik sepedatersebut menempuh 4 meter. Sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik, artinyadalam satu detik sepeda tersebut menempuh 6 meter. Sehingga dalam satu detik total jarak yang ditempuh kedua sepeda adalah 10 meter. Karena jarak kedua sepeda tadi adalah 30 meter, makakedua sepeda akan bertemu (berpapasan) pada

 detik ketiga.

 

Lebih lanjut Yohanes surya menyatakan bahwa, selama ini guru-guru di sekolah, untuk menyelesaikan soal tadi menggunakan “rumus yang panjang-panjang”. Yang akibatnya,kebanyakan siswa tak mampu mengikutinya.Setelah saya menyaksikan

how to solve physics problems without formulas

pada seminar itu,selain mendapat pengetahuan tentang fisika tanpa rumus, saya pun jadi terkenang denganpembelajaran saya di kelas sekitar tujuh belas tahun yang lalu. Ketika itu saya awal mengajar fisika, dan saya merasa bangga bila dapat menurunkan rumus-rumus fisika sampai penuh dipapan tulis!

 Fisika Tanpa Rumus

yang dikemukakan oleh Yohanes Surya, menyadarkan sayabahwa, mestinya seorang guru mampu menunjukkan pada siswanya betapa mudah dan indahnyafisika. Seorang guru mampu menunjukkan betapa enak dan rileksnya belajar fisika. Seorang gurumampu mengantar siswanya mengerti berbagai fenomena alam lewat fisika dengan begitusederhananya. Itulah sebabnya, saya pun ingin memahami fisika yang tanpa rumus itu.Kembali ke Fisika Tanpa Rumus dari Yohanes Surya tadi. Bila dicermati, yang dikatakanYohanes Surya adalah bahwa, fisika yang mudah adalah fisika yang tanpa rumus. Pernyataan inimenarik sekali. Ya sangat menarik! Kenapa? Menariknya karena, Yohanes Surya tak (berani) berkata “fisika yang tanpa matematika”. Dari perkataannya ini, saya dapat mengatakan bahwa,keberadaan fisika itu bergantung pada keberadaan matematika. Tanpa matematika, fisika tak akan bisa berbuat banyak. Walaupun, matematika yang harus ”menyesuaikan” dengan alamfisika bukan alam fisika yang ”ikut” matematika. Yohanes Surya pun pernah mengemukakanbahwa salah satu dampak dari adanya olimpiade fisika adalah terciptanya pengembanganpengajaran fisika yang asyik dan menarik yaitu dengan menggunakan rumus sesedikit mungkin(atau tanpa rumus) dalam mengerjakan soal-soal fisika.Lalu, perkataan “fisika tanpa rumus” itu maksudnya apa? Saya pikir maksudnya adalah:pengerjaan atau penjelasan atau penyelesaian soal-soal/masalah fisika yang (hampir) tanpamelibatkan simbol-simbol matematika. Atau dengan kata lain, pembelajaran fisika yang lebihmengacu pada pendekatan yang digunakan, yaitu penguasaan konsep-konsep fisika.Lantas, bila soal tadi diselesaikan dengan “fisika yang pakai rumus”, bagaimanamenyelesaikannya? Saya pikir, soal tadi dapat saya selesaikan seperti berikut ini.

 

Misalkan A adalah tempat mula-mula sepeda pertama , B adalah tempat mula-mula sepedakedua. Jarak A dan B adalah 30 meter. Misalkan lagi X adalah jarak tempuh sepeda pertamadan X adalah jarak tempuh sepeda kedua.

 

t1 = t2

 X1 /v1 = X2 /v2

v1.X2 = v2 .X1 

v1 (30 – X1) = v2.X1

4(30 – X1) = 6X1 

120 – 4X1 = 6X1 

10X1 = 120

 X1 = 12

 

 

Misalkan vdan v2 masing-masing adalah kecepatan sepeda pertama dan kedua, dan misalkan juga t1 dan t2 masing-masing adalah waktu tempuh sepeda pertama dan kedua, maka kedua sepeda tersebut akan berpapasan pada saat t1 = t2. Sehingga untuk mencari waktu pada saat berpapasan adalah seperti berikut.

Sehingga, kedua sepeda akan berpapasan pada saat t1 = X1/v1 = 12/4 = 3. Artinya sepeda akanbertemu/berpapasan pada  detik yang ketiga  .Selain dapat menentukan waktu saat berpapasannya kedua sepeda, dengan cara ini, kita jugabisa tahu jarak tempuh masing-masing sepeda pada saat berpapasan. Yaitu, jarak tempuh sepeda pertama adalah X1 = 12 meter, dan jarak tempuh sepeda kedua adalah X2 = 30 – X1 =30 – 12 = 18 meter.

 

Silakan pilih! Lebih suka “fisika yang pakai rumus” atau “yang tanpa rumus”? Kalau saya sih  dua-duanya suka. Yah, fisika…. I have ever loved you.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2012 in Uncategorized

 

Multiple Intelligences

Multiple Intelligences

Teori Multiple Intelligences pertama kali dikembangkan oleh

Dr. Howard Gardner, seorang Professor ilmu Kependidikan dari Harvard University di tahun 1983. Ia menyatakan bahwa teori tradisional tentang kecerdasan yang hanya berdasarkan pada IQ sangat terbatas.

Dr. Gardner  mengajukan ada 8 nilai kecerdasan berbeda yang harus diperhitungkan untuk melihat Potensi Anak-Anak dan Manusia Dewasa secara luas, yakni :

1. Linguistic intelligence (“word smart”)

2. Logical-mathematical intelligence (“number/reasoning smart”)

3. Spatial intelligence (“picture smart”)

4. Bodily-Kinesthetic intelligence (“body smart”)

5. Musical intelligence (“music smart”)

6. Interpersonal intelligence (“people smart”)

7. Intrapersonal intelligence (“self smart”)

8. Naturalist intelligence (“nature smart”)

Dr. Gardner  menyatakan bahwa budaya dan sistem pendidikan kita, termasuk sekolah pada umumnya masih memfokuskan perhatiannya pada Kecerdasan Bahasa dan Logika-Matematika.

Dr. Gardner berpendapat bahwa kita harus lebih memberi perhatian yang seimbang pada individu yang memiliki bakat di sisi nilai intelegensia yang lain, seperti : seniman, arsitek, penari, desainer, naturalis, terapis, pengusaha dan siapa saja yang memperkaya khasanah dunia kehidupan kita.

Sayangnya banyak anak-anak yang memiliki bakat-bakat tersebut kurang mendapatkan perhatian dan dukungan di sekolah. Mereka sering mendapat julukan “tidak mampu belajar”, “gangguan kurang perhatian”, “kurang mampu menerima pelajaran”, ketika kemampuan belajar dan berfikir mereka yang unik tidak dapat diterima oleh ruang kelas yang “berhawa” linguistic or logical-mathematical.

Teori Multiple Intelligence juga berpengaruh pada orang dewasa, yang sering terhambat karirnya karena tidak dapat mengembangkan bakat intelegensinya secara optimal.

Bagaimana Melatih dan Mengembangkan 8 Nilai Kecerdasan ?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Januari 2012 in Uncategorized

 

Hasil Daily Test 1

Selamat bagi siswa yang sudah tercapai dan terlampaui KKM-nya. Bagi yang belum tidak usah kawatir masih ada kesempatan untuk Remedial. Untuk jadwal remidi sesuai dengan jadwal KBM. Untuk lebih jelasnya komen saja dibawah.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2012 in Uncategorized

 

Tugas Science

Mohon kepada siswa kelas tersebut berikut untuk tugas hari ini:

Kelas 7.8 : Diskusi Kelompok Arus Energi (Energy Flow); Rantai Makanan (Food Chain) dan Jaring Makanan (Food Webs) Jelaskan dan beri contoh masing-masing!

Kelas 7.2 : Answer Question in Concept chek (Number 1 s/d 7) and concept understanding (Number 1&2) Changes in Matter  (Science book page 132)

Kelas 7.6 : Answer Question in Concept chek (Number 1 s/d 7) and concept understanding (Number 1&2) Changes in Matter  (Science book page 132)

Kelas 7.5 : Answer Question in Concept chek (Number 1 s/d 7) and concept understanding (Number 1&2) Changes in Matter  (Science book page 132)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Januari 2012 in Umum