RSS

MEMAHAMI FISIKA TANPA RUMUS

27 Jan

MEMAHAMI FISIKA TANPA RUMUS

Zainal Abidin

www.geocities.com/zai_abidin69/mypage.htmlzai_abidin69@yahoo.co.id

“The basic goal of physics is not mathematical elegant or even the achievement of tenure,but learning the truth about the world around us”

Philip W. Anderson,

 Physics Today 43 (2), 9 (1990)

 

Dalam sebuah seminar, Yohanes Surya memberikan contoh-contoh bagaimana memecahkansoal-soal fisika tanpa rumus dan terbukti bahwa tanpa rumus-rumus, soal-soal fisika dapatdipecahkan.Yohanes Surya mengatakan bahwa: fisika yang mudah itu, yang telah ia kembangkan, adalahfisika yang tanpa rumus. Selama ini memang fisika dianggap keliru oleh banyak orang, fisikadianggap hanya rumus, rumus, dan rumus saja. Oleh karena itu, katanya, sekarang ini ia telahmengembangkan fisika yang tanpa rumus. Dengan fisika tanpa rumus ini, katanya juga, kita bisamenyelesaikan soal-soal sesulit apapun. Sebagai contohnya, Yohanes Surya pun memberi contohsederhana soal fisika yang bisa diselesaikan tanpa rumus. Misalnya salah satu soalnya begini:

 

Dua sepeda bergerak berhadapan. Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik. Bila jarak mereka (mula-mula) adalah 30 meter, kapan kedua sepeda itu bertemu (berpapasan)?

 

Dikatakan oleh Yohanes Surya bahwa, biasanya soal seperti ini diselesaikan dengan rumus-rumus yang rumit. Di sini, ia akan tunjukkan bahwa soal tersebut bisa diselesaikan hanya dengan“logika” sederhana saja. Jawaban soal itu begini:

 

Sepeda pertama bergerak dengan kecepatan 4 meter/detik, artinya dalam satu detik sepedatersebut menempuh 4 meter. Sepeda kedua bergerak dengan kecepatan 6 meter/detik, artinyadalam satu detik sepeda tersebut menempuh 6 meter. Sehingga dalam satu detik total jarak yang ditempuh kedua sepeda adalah 10 meter. Karena jarak kedua sepeda tadi adalah 30 meter, makakedua sepeda akan bertemu (berpapasan) pada

 detik ketiga.

 

Lebih lanjut Yohanes surya menyatakan bahwa, selama ini guru-guru di sekolah, untuk menyelesaikan soal tadi menggunakan “rumus yang panjang-panjang”. Yang akibatnya,kebanyakan siswa tak mampu mengikutinya.Setelah saya menyaksikan

how to solve physics problems without formulas

pada seminar itu,selain mendapat pengetahuan tentang fisika tanpa rumus, saya pun jadi terkenang denganpembelajaran saya di kelas sekitar tujuh belas tahun yang lalu. Ketika itu saya awal mengajar fisika, dan saya merasa bangga bila dapat menurunkan rumus-rumus fisika sampai penuh dipapan tulis!

 Fisika Tanpa Rumus

yang dikemukakan oleh Yohanes Surya, menyadarkan sayabahwa, mestinya seorang guru mampu menunjukkan pada siswanya betapa mudah dan indahnyafisika. Seorang guru mampu menunjukkan betapa enak dan rileksnya belajar fisika. Seorang gurumampu mengantar siswanya mengerti berbagai fenomena alam lewat fisika dengan begitusederhananya. Itulah sebabnya, saya pun ingin memahami fisika yang tanpa rumus itu.Kembali ke Fisika Tanpa Rumus dari Yohanes Surya tadi. Bila dicermati, yang dikatakanYohanes Surya adalah bahwa, fisika yang mudah adalah fisika yang tanpa rumus. Pernyataan inimenarik sekali. Ya sangat menarik! Kenapa? Menariknya karena, Yohanes Surya tak (berani) berkata “fisika yang tanpa matematika”. Dari perkataannya ini, saya dapat mengatakan bahwa,keberadaan fisika itu bergantung pada keberadaan matematika. Tanpa matematika, fisika tak akan bisa berbuat banyak. Walaupun, matematika yang harus ”menyesuaikan” dengan alamfisika bukan alam fisika yang ”ikut” matematika. Yohanes Surya pun pernah mengemukakanbahwa salah satu dampak dari adanya olimpiade fisika adalah terciptanya pengembanganpengajaran fisika yang asyik dan menarik yaitu dengan menggunakan rumus sesedikit mungkin(atau tanpa rumus) dalam mengerjakan soal-soal fisika.Lalu, perkataan “fisika tanpa rumus” itu maksudnya apa? Saya pikir maksudnya adalah:pengerjaan atau penjelasan atau penyelesaian soal-soal/masalah fisika yang (hampir) tanpamelibatkan simbol-simbol matematika. Atau dengan kata lain, pembelajaran fisika yang lebihmengacu pada pendekatan yang digunakan, yaitu penguasaan konsep-konsep fisika.Lantas, bila soal tadi diselesaikan dengan “fisika yang pakai rumus”, bagaimanamenyelesaikannya? Saya pikir, soal tadi dapat saya selesaikan seperti berikut ini.

 

Misalkan A adalah tempat mula-mula sepeda pertama , B adalah tempat mula-mula sepedakedua. Jarak A dan B adalah 30 meter. Misalkan lagi X adalah jarak tempuh sepeda pertamadan X adalah jarak tempuh sepeda kedua.

 

t1 = t2

 X1 /v1 = X2 /v2

v1.X2 = v2 .X1 

v1 (30 – X1) = v2.X1

4(30 – X1) = 6X1 

120 – 4X1 = 6X1 

10X1 = 120

 X1 = 12

 

 

Misalkan vdan v2 masing-masing adalah kecepatan sepeda pertama dan kedua, dan misalkan juga t1 dan t2 masing-masing adalah waktu tempuh sepeda pertama dan kedua, maka kedua sepeda tersebut akan berpapasan pada saat t1 = t2. Sehingga untuk mencari waktu pada saat berpapasan adalah seperti berikut.

Sehingga, kedua sepeda akan berpapasan pada saat t1 = X1/v1 = 12/4 = 3. Artinya sepeda akanbertemu/berpapasan pada  detik yang ketiga  .Selain dapat menentukan waktu saat berpapasannya kedua sepeda, dengan cara ini, kita jugabisa tahu jarak tempuh masing-masing sepeda pada saat berpapasan. Yaitu, jarak tempuh sepeda pertama adalah X1 = 12 meter, dan jarak tempuh sepeda kedua adalah X2 = 30 – X1 =30 – 12 = 18 meter.

 

Silakan pilih! Lebih suka “fisika yang pakai rumus” atau “yang tanpa rumus”? Kalau saya sih  dua-duanya suka. Yah, fisika…. I have ever loved you.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: